However, i love you
Sore ini aku pergi ke RS Kariadi untuk menjenguk ibu dari salah satu teman dekatku..
Katanya sakit stroke, yaitu adanya pembuluh darah yang pecah..
Sejujurnya aku sangat sangat sangat takut dengan suasan rumah sakit, apapun itu namanya bagaimanapun mewahnya rumah sakit tersebut..
Beliau sudah sakit sejak dua hari yang lalu, tapi aku baru sempat berkunjung hari ini..
Karena kondisinya, beliau berada di ruang ICU (Intensice Care Unit)..
Berada di ruang rawat yang biasa saja aku sudah takut, apalagi ICU..
Tapi aku tetap memberanikan diriku untuk masuk ke dalam ruangan rawat tersebut..
Aku berdoa dengan berbagai macam doa yang bisa aku panjatkan..
Aku melihat temanku mencoba mengajak Ibu nya berbicara..
Aku melihat temanku menangis tertahan..
Aku melihat temanku sekuat mungkin menahan gejolak perasaannya..
Aku melihat temanku dengan telaten membersihkan keringat yang berada di sekitar wajah Ibunya..
Dan aku juga melihat Ibu temanku itu menangis dalam keadaan tidak terlalu sadar..
Di dalam sana, tak ada yang bisa aku lakukan selain berdoa dan menatap temanku dan Ibunya..
Aku benar-benar tidak bisa berucapa apapun..
Hingga pada akirnya temanku mengajakku keluar dan dengan pelan aku mengusap lengan Ibu tersebut dan berkata "Tante, cepet sembuh yaa"
Aku sedih..
Aku terharu..
Aku pernah mengalami ini, yaitu saat almarhum Pakdhe ku yang sudah seumur hidupku hidup bersama keluargaku..
Sama-sama berada di ICU, sama-sama aku hanya bisa berdoa dan menangis..
Hingga pada akirnya aku berpamitan untuk pulang kerumah..
Saat aku sedang menuruni tangga, semua kisah dan kenangan hidupku berputar dengan cepat dikepalaku..
Tentang Almarhum Pakdhe ku..
Tentang Temanku dan Ibunya..
Tentang saudara-saudaraku..
Tentang aku dan kakak-kakakku..
Dan tentang Orang tuaku..
Aku sama sekali tidak berharap hal seperti ini terjadi pada siapapun, terutama keluargaku..
Semua berputar dikepalaku dengan cepat tanpa bisa ku cegah..
Tiba-tiba aku merasa takut..
Takut dengan kehidupan, takut dengan kematian..
Tanpa bisa ku cegah
aku menangis sesenggukan di sebuah kursi di ruang tunggu..
Aku tidak khawatir orang-orang memandangku aneh..
Toh ini adalah rumah sakit, dimana wajar jika ada air mata yang keluar..
Aku menangisi kehidupanku
Aku menangisi ketakutanku
Aku menangisi seluruh limpahan rezeki dan kesehatan yang telah di berikan Allah padaku, pada keluargaku..
Aku terus berjalan melalui lorong-lorong rumah sakit menuju parkiran dengan beberapa kali mengeluarkan air mata..
Aku sungguh bersyukur hingga detik ini masih diberikan kehidupan oleh Allah SWT.
Aku sungguh bersyukur aku masih memiliki keluarga..
Aku, belum banyak hal yang bermanfaat yang telah aku lakukan di dunia ini. Tapi aku yakin suatu hari aku pasti akan melakukannya, terutama untuk keluargaku.
Kak Ri, walaupun suka bersikap kenaka-kanakan, tapi aku tau dia selalu tulus dalam melakukan apapun dan tulus dalam menyayangi dan mencintai.
Mas Angga, walaupun orangnya keras kepala, aku tau dia mau menjaga keluarganya.
Mama, terlalu banyak yang ingin kuungkapkan tapi tidak bisa, Aku tau mamaku sangat sangat sangat bisa diandalkan dalam hal apapun.
Papa, walaupun mungkin papa bukan papa terbaik di dunia, tapi Papa selalu menunjukkan bahwa kerja keras itu dimulai dari dini dan tidak bisa diketahui kapan berakhirnya. Diusianya yang sudah cukup tua, Papa tetap berusaha untuk menjadikan keluarga ini tetap ada.
Bagaimanapun keadaan keluargaku, merekalah 'Rumah' ku saat ini :')
I love you Pa, Ma, Mas, Kak :"""")
P.S: Cepet sembuh ya mamanya Dinar, Tante Iin. Dinar yang sabar ya :')
Katanya sakit stroke, yaitu adanya pembuluh darah yang pecah..
Sejujurnya aku sangat sangat sangat takut dengan suasan rumah sakit, apapun itu namanya bagaimanapun mewahnya rumah sakit tersebut..
Beliau sudah sakit sejak dua hari yang lalu, tapi aku baru sempat berkunjung hari ini..
Karena kondisinya, beliau berada di ruang ICU (Intensice Care Unit)..
Berada di ruang rawat yang biasa saja aku sudah takut, apalagi ICU..
Tapi aku tetap memberanikan diriku untuk masuk ke dalam ruangan rawat tersebut..
Aku berdoa dengan berbagai macam doa yang bisa aku panjatkan..
Aku melihat temanku mencoba mengajak Ibu nya berbicara..
Aku melihat temanku menangis tertahan..
Aku melihat temanku sekuat mungkin menahan gejolak perasaannya..
Aku melihat temanku dengan telaten membersihkan keringat yang berada di sekitar wajah Ibunya..
Dan aku juga melihat Ibu temanku itu menangis dalam keadaan tidak terlalu sadar..
Di dalam sana, tak ada yang bisa aku lakukan selain berdoa dan menatap temanku dan Ibunya..
Aku benar-benar tidak bisa berucapa apapun..
Hingga pada akirnya temanku mengajakku keluar dan dengan pelan aku mengusap lengan Ibu tersebut dan berkata "Tante, cepet sembuh yaa"
Aku sedih..
Aku terharu..
Aku pernah mengalami ini, yaitu saat almarhum Pakdhe ku yang sudah seumur hidupku hidup bersama keluargaku..
Sama-sama berada di ICU, sama-sama aku hanya bisa berdoa dan menangis..
Hingga pada akirnya aku berpamitan untuk pulang kerumah..
Saat aku sedang menuruni tangga, semua kisah dan kenangan hidupku berputar dengan cepat dikepalaku..
Tentang Almarhum Pakdhe ku..
Tentang Temanku dan Ibunya..
Tentang saudara-saudaraku..
Tentang aku dan kakak-kakakku..
Dan tentang Orang tuaku..
Aku sama sekali tidak berharap hal seperti ini terjadi pada siapapun, terutama keluargaku..
Semua berputar dikepalaku dengan cepat tanpa bisa ku cegah..
Tiba-tiba aku merasa takut..
Takut dengan kehidupan, takut dengan kematian..
Tanpa bisa ku cegah
aku menangis sesenggukan di sebuah kursi di ruang tunggu..
Aku tidak khawatir orang-orang memandangku aneh..
Toh ini adalah rumah sakit, dimana wajar jika ada air mata yang keluar..
Aku menangisi kehidupanku
Aku menangisi ketakutanku
Aku menangisi seluruh limpahan rezeki dan kesehatan yang telah di berikan Allah padaku, pada keluargaku..
Aku terus berjalan melalui lorong-lorong rumah sakit menuju parkiran dengan beberapa kali mengeluarkan air mata..
Aku sungguh bersyukur hingga detik ini masih diberikan kehidupan oleh Allah SWT.
Aku sungguh bersyukur aku masih memiliki keluarga..
Aku, belum banyak hal yang bermanfaat yang telah aku lakukan di dunia ini. Tapi aku yakin suatu hari aku pasti akan melakukannya, terutama untuk keluargaku.
Kak Ri, walaupun suka bersikap kenaka-kanakan, tapi aku tau dia selalu tulus dalam melakukan apapun dan tulus dalam menyayangi dan mencintai.
Mas Angga, walaupun orangnya keras kepala, aku tau dia mau menjaga keluarganya.
Mama, terlalu banyak yang ingin kuungkapkan tapi tidak bisa, Aku tau mamaku sangat sangat sangat bisa diandalkan dalam hal apapun.
Papa, walaupun mungkin papa bukan papa terbaik di dunia, tapi Papa selalu menunjukkan bahwa kerja keras itu dimulai dari dini dan tidak bisa diketahui kapan berakhirnya. Diusianya yang sudah cukup tua, Papa tetap berusaha untuk menjadikan keluarga ini tetap ada.
Bagaimanapun keadaan keluargaku, merekalah 'Rumah' ku saat ini :')
I love you Pa, Ma, Mas, Kak :"""")
Dad kept us out of school, but school comes and goes. Family is forever. - Charlie Sheen.
Family is not an important thing, it's everything.- Michael J. Fox
Happy is said to be the family which can eat onions together. They are, for the time being, separate, from the world, and have a harmony of aspiration. - Charles Dudley Warner
P.S: Cepet sembuh ya mamanya Dinar, Tante Iin. Dinar yang sabar ya :')
Komentar
Posting Komentar