Perkembangan Morfologi Kota Pada Masa Modern Awal


Perkembangan morfologi kota pada masa modern awal yang juga berarti perkembangan arsitektur modern merupakan totalitas daya, upaya dan karya dalam bidang arsitektur. Pemikiran mengenai perkembangan modern didukung oleh perkembangan teknologi, politik, sosial dan ekonomi yang pesat. Selain itu, perkembangan arsitektur merupakan hasil dari sikap dan mental yang selalu menciptakan hal-hal baru, progresif dan kontemporer. Arsitektur modern merupakan kritik terhadap arsitektur pada masa sebelumnya yang banyak menampilkan kemegahan dan terlalu banyaknya ornamen dalam bentuk arsitektur.

Beberapa ciri umum yang menjiwai masa modern awal ini, antara lain:

  1. Fungsionalisme

Fungsionalisme merupakan kritik terhadap arsitektur pada masa sebelumnya. Arsitektur hanya digunakan untuk gereja dan istana

  1. Purisme

Sedangkan purisme adalah bentuk asrsitektur hanya sesuai dengan fungsinya serta bentuk bangunan dan arsitektur cenderung sama.

Perkembangan kota pada masa ini ditandai bertambahnya fungsi kota dan fungsi bangunan. Pada masa ini, kota-kota berfungsi sebagai kota industri, sedangkan fungsi bangunan, yang pada masa sebelumnya hanya berfungsi sebagai gereja dan istana, bertambah. Antara lain sebagai bank, hotel, apartemen dan auditorium. Perkembangan ini sudah tidak mengutamakan elemen estetika, karena hal yang diutamakan hanya fungsi bangunan sudah sesuai dengan kebutuhan.

Masa modern awal terjadi pada tahun 1890an sampai 1910an. Pada masa ini juga terjadi Revolusi Industri di Inggris, tepatnya pada tahun 1863 sampai 1960. revolusi industri memberi dampak di bidang arsitektur di Eropa maupun di seluruh belahan dunia. Perubahan tampak dari sistem konstruksi dan struktur bangunan, perubahan pada perkembangan kota serta perubahan dalam kebudayan.

Perubahan berbagai material baru mendorong para arsitektur melakukan pembaharuan dalam bidang arsitektur. Oleh sebab itu, pada masa ini kota memiliki karakteristik tersendiri. Antara lain adalah pola ruang kota berupa diagram, sedangkan pola bangunan berupa kubisme dan bersifat horisontal. Perubahan cenderung meninggalkan gaya arsitektur lama namun tetap berpedoman pada idealisme yang ada.

Perubahan pola ruang dan pola bangunan dapat dilihat dari perkembangan kawasan pemukiman. Kawasan pemukiman pada masa ini cenderung terbagi menjadi kawasan pemukiman elite dan kawasan pemukiman kumuh. Kawasan pemukiman elite ditandai dengan adanya gerbang-gerbang yang megah dan mewah. Sedangkan kawasan pemukiman kumuh biasanya berada dekat dengan daerah industri. Munculnya kawasan pemukiman kumuh ini sebagai akibata dari kegiatan industri dan tingginya tingkat urbanisasi.

Contoh perkembangan modern seperti yang terjadi pada kota Paris dan London. Kota Paris mengembangkan jalur-jalur transportasi khususnya kereta api, sedangkan kota London membangun London Bridge sebagai salah satu alternatif jalur transportasi selain Sungai Thames. Kedua contoh ini masih bertahan hingga saat ini dan semakin dikembangkan pada masa post modern.

London Bridge

stasiun kereta api di Paris

Arsitektur modern bukanlah hal yang sulit diterima pada perkembangan budaya di dunia. Masa ini merupakan cerminan dari keberhasilan ilmu dan seni serta. Selain itu juga merupakan representatif unutk memperkenalkan sebuah pandangan baru yang muncul sebagai akibat dari adanya perubahan dalam masyarakat.

sumber:

http://toekanginsinyoer.blogspot.com/2009/07/perkembangan-arsitektur-modern-dan.html

Gallion, Arthur B, Simon Eisner. 1996. Pengantar Perancangan Kota: Jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

However, i love you