Malaysia was HOT and Singapore was COOL #part 1

Dalam dunia perkuliahan, hampir semua jurusan ada mata kuliah mengenai kuliah lapangan atau biasa disebut Kuliah Kerja Lapangan (KKL), begitu juga jurusanku. Yang membuatnya istimewa adalah KKL kami tujuannya adalah luar negeri, yaitu Singapura dan Malaysia. Meskipun kedua negara ini bukan lagi negara yang 'mewah' tapi tetap istimewa buatku karena ini adalah pertama kalinya aku keluar negeri :p KKL ini terbagi menjadi dua tim besar, yaitu Tim KKL Malaysia-Singapura dan Tim KKL Thailand.

Perjalanan menuju hari keberangkatan sempat diwarnai oleh beberapa kekecewaan, seperti masalah jadwal perjalanan, pesawat, dan lain-lain. Sempat terpikir untuk pasrah yang penting nantinya nilai KKL nya A :p bukan pemikiran yang baik karena dari awal aja udh pesimis. Oiya, KKL ini terbagi menjadi beberapa kelompok yang masing2 memiliki tugas penelitian. Saya dan 11 teman saya kebetulan mendapatkan tugas mengenai Putrajaya, Malaysia. Yang kami teliti tentu saja hal-hal yang terkait dengan perkuliahan, karena Putrajaya ini merupakan salah satu kota baru di Malaysia.

Akhirnya tiba hari keberangkatan, yaitu tanggal 5 April. Kami berangkat langsung dari Bandara Ahmad Yani Semarang dengan menggunakan Air Asia tujuan Kuala Lumpur International Airport. Penerbangan kami adalah pukul 17.00 tapi kami sudah harus ada di bandara sejak pukul 15.00. Sebelum keberangkatan, ada pelepasan dari pihak kampus (tapi aku g ikut soalnya males bolak-balik :p). Pada pelepasan ini nggak cuma Tim KKL Malaysia-Singapura aja tapi juga bareng Tim KKL Thailand. Salah satu yang bikin aku agak nyesel nggak ikut pelepasan dulu adalah nggak bisa dadah-dadah sama temen-temen Thailand hehehe tapi nggak apa-apa, daripada bolak-balik hehehe

Akhirnya tepat pukul 17.00 kami dipersilakan untuk naik pesawat. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 3 jam namun ditambah dengan adanya perbedaan waktu Semarang dan Malaysia 1 jam jadi kedatangan kami pada pukul 21.00 waktu Malaysia. Terminal kedatangan kami adalah LCCT (Low Cost Carrier Terminal), sebenarnya aku nggak gitu tau bedanya terminal ini dengan terminal lain, selain disini lebih banyak pesawat-pesawat low cost, dan kebanyakan pesawat asli Malaysia. Menurut jadwal perjalanan, tujuan utama kami setelah tiba di Malaysia adalah makan malam di foodcourt bandara. Sebelum itu kami harus melewati imigrasi dulu. Gedung imigrasi di dalam bandara ini luuuaaaaassssssss sekali, sampai-sampai bisa jalan sambil koprol, kayang dan lain-lain hehehee mungkin juga karena sudah malam jadi terlihat luas, nggak tau juga kalo pagi/siang gimana hehehe

Imigrasi ini bisa dibilang berjalan lancar selain mukanya petugas imigrasi agak jutek, mungkin juga karena sudah malam. Setelah itu kami harus antri untuk ambil bagasi. Sambil antri kami sempatkan foto-foto dulu sambil saling bertanya berapa berat bagasi awal -ini nggak penting banget sebenarnya-. Setelah semua bagasi terambil dan semua anggota kelompok kumpul, kami dipersilakan untuk menuju foodcourt namun sebelumnya harus menaruh bagasi dulu di bis. Perjalanan dari gedung terminal sampai ke parkir bus ini ada kali ya kurang lebih 20 menit, jauh banget melewati lorong-lorong yang membelah tempat parkir. Untung jalan bareng teman-teman jadi nggak gitu kerasa karena sambil bercanda dan sambil mengira-ngira arti dari huruf-huruf plat mobil sini -_-. Akhirnya sampailah kami di  bis, lalu taruh barang dan menuju ke foodcourt. It's time to dinnneeerrrrrr! Hoorraayy! Kenapa aku senang sekali? Nggak ada alasan lain, selain ini udah kelaparan tingkat internasional. Makanan pertama kami adalah Chicken Rice atau bisa disebut nasi hainan. Alhamdulillah makanannya normal, nggak langsung masakan khas melayu hehehe

Kayanya kami ini makan nggak ada setengah jam udah ludes, ternyata bukan cuma aku yang kelaparan~ hehehehe dan kami sempatkan untuk berfoto bergosip bercanda dulu sebelum menempuh perjalanan ke hotel. Perjalanan dari bandara menuju Youth International Hostel menempuh waktu kurang lebih satu jam, aku lupa. Teman dudukku adalah @auliaardhian dan aku meminta kepadanya biar aku duduk disebelah jendela donggg. Oiya, untuk masalah komunikasi, aku bersyukur hidup pada jaman ini dengan segala kecanggihan teknologinya, yaitu Wi-fi dan smartphone. Aku memang sengaja nggak beli nomer disana karena aku berpikir hanya satu hari saja di Malaysia, tapi aku tetap membawa nomer asli sini hasil pinjaman dari @dinararianii yang baru saja dari Malaysia. Jadi saat di foodcourt itu -thanks God- foodcourtnya dilengkapi dengan wi-fi dan tanpa paswors -Thanks God again- jadi bisa mengaktifkan kembali smartphone ku. Begitu aktif, ternyata ada beberapa rombongan chat BBM dari orang-orang di Semarang. Dengan sabar aku membalas satu persatu chat itu namun dengan tergesa karena tidak mau melewatkan wifi dengan percuma. Aku juga mengirimkan chat ke @dinararianii karena telah meminjamkan simcardnya dan sangat berguna, jadi bisa hemat uang :p

 
 At Foodcourt with my team :)

Salah satu isi BBM yang menarik buatku adalah dari teman sepergalauan @lupitafajri , dia menyanyakan keberadaan, kabar dan lain-lain. Yang menarik adalah diujung percakapan kami, dia memintaku untuk membuat travel notes mengenai perjalanan ini. Sejak awal aku memang telah berniat untuk menuliskan perjalananku ini, tapi ya nggak nyangka juga ada yang memintaku secara langsung untuk membuat dan membacanya nanti. Yang pertama kali ku pikirkan adalah"Mampus, aku nulis apaan ya ini, kalau nanti dibaca menarik nggak ya, aduuhh!" dan pikiran itu terbesit hingga detik aku akan menuliskan cerita ini, tapi kemudian aku berpikir, "Aku akan tetap menuliskan ceritaku dengan bahasaku, urusan orang aka tertarik atau nggak bisalah dipikir belakangan" ehehhehee dan inilah aku duduk di depan laptopku menuliskan sepenggal cerita mengenai perjalanku pertama kali ke luar Indonesia :)

Kembali ke cerita, kami sudah berada di dalam bus yang membawa kami ke penginapan kami. Ternyata, gedung LCTT terpisah dengan KLIA. Aku lupa tepatnya di mana tapi menurut tour guide kami, ini dekat dengan Sepang, Tahu Sepang kan? Itulohh yang terkenal sebagai sirkuit balapan internasional macam F! dan Moto GP. Perkenalkan tpur guide kami -Bus 3- bernama Rusli, aku lupa nama panjangnya dan sayang sekali nggak sempat berfoto :(- beliau adalah orang Malaysia asli yang sepertinya keturunan India. Orangnya tinggi, kurus, berbadan gelap dan rambutnya kerinting. Beliau banyak bercerita tentang negara ini, bagaimana nama Kuala Lumpur bisa di dapat, apa artinya dan lain-lain. Aku sempat berpikir untuk tidak mendengarkan ocehannya, karena sejujurnya aku ngantuk sekali, mau tidur, lumayanlah perjalanannya juga cukup jauh. Bus tetap bergerak dengan mulus, jalanan pada malam hari ini cukup sepi. Menurut cerita Pak Rusli, kami ini sedang berada di jalan tol yang menuju Kuala Lumpur, katanya juga motor boleh juga lewat jalan ini. Yang terpikirkan oleh ku adalah, gimana bisa jalan bebas hambatan tapi ada motornya, tapi kemudian pikiranku terjawab dengan cerita Pak Rusli bahwa jumlah motor di negara ini sedikit, sehingga mereka tetap diperbolehkan untuk lewat jalan tol.

At bus

Ah! Ada yang menarik saat di pesawat, yaitu kami mendapat nomer kursi sesuai dengan urutan NIM. Iya, kamu nggak salah baca kok, ituloh NIM, Nomor Induk Mahasiswa. Seriously, ini lucu banget menurutku. Kami berada di pesawat yang akan membawa kami menuju Malaysia dan teman duduknya adalah urutan NIM yang mengartikan bahwa ini adalah formasi ujian di kampus! Jadi urutan untuk barisan ku adalah Tiwi (paling ujung dekat jendela sebelah kiri), aku (yang bertukar tempat dengan Fahrul biar dia nggak di tengah :p) kemudian fahrul. Barisan sebelah, belakang persis dan belakang serong juga sama seperti ini. Sejak kami menyadarinya, kami tertawa-tawa dan bercanda mengenai contek-contek saat ujian :p

Aku duduk disebelah jendela, menghadap luar. Pemandangannya tidak begitu menarik menurutku, mungkin karena gelap. Disepanjang perjalanan yang terlihat adalah hutan-hutan, ada beberapa bangunan tapi nggak jelas karena nggak kelihatan juga namanya apa hehehe. Aku masih mengantuk, masih berpikir untuk tidur saja ketika Pak Rusli tetap bercerita panjang lebar mengenai Malaysia. Kemudian terpikir olehku, "aku jauh-jauh udah sampai luar negeri tapi mau menghabiskan waktu dengan tidur? Oh my, kayanya ada yang salah sama otakku" dan akhirnya aku memutuskan untuk sebisa mungkin tetap terjaga selama perjalanan ini, sempat aku melihat sekelilingku, teman-teman banyak yang sudah mulai tertidur dan akhirnya Pak Rusli juga mulai berhenti bercerita.

With @auliaardhian, my chairmate


Aku tetap bertahan walaupun mengantuk, tetap bertahan melihat pemandangan di luar jendela, walaupun masih saja tetap hutan dan masih saja tetap gelap. Aku mencoba mereka semua hal yang kulihat dengan mataku, aku tahu harusnya merekam semuanya dengan kamera yang aku bawa. Tapi saat itu yang terpikir olehku adalah "i wanna see, not only look" you get it, rite?

Pak Rusli memberi pengumuman bahwa kami telah mendekati penginapan. Penginapan pertama kami adalah International Youth Hostel. Menurut pembagian kamar, aku sekamar dengan 7 orang lainnya yang berisi orang-orang kurang waras, yaitu Anin, Yella, Roofy, Titi, Dian, Mega dan Megyong -sorry girls :* - kami mendapatkan kamar di lantai 3, dan menurut Mbak Rini (Tour Leader dari pihak travel) tidak ada lift untuk menuju sana, jadi lift hanya sampai lantai 2 dan kami masih harus menempuh 1 lantai dengan tangga -you kidding me, rite Miss Rini?- Untungnya oh untungnya ada teman seperjuangan, ada beberapa kelompok kamar yang juga dilantai 3 hehehee.

Begitu sampai kamar yang pertama kali kami lakukan adalah berlarian memilih kasur masing-masing, dan tentu saja semua memilih yang dekat dengan stop kontak. Mana ada coba disetiap kasur ada stop kontaknya zzzz. Aku dapat kasur di dekat jendela dan paling dekat dengan meja rias, nggak ada stop kontak sih, tapi nggak masalah buat aku, karena yaaa aku nggak butuh terlalu dekat dengan handphone, lagian juga nggak ada yang perlu dihubungin secara intens -maaf, curhat-

Kami ini sekamar 8 orang, perempuan semua. Coba, bisa bayangkan bagaimana kebutuhan kami akan kaca dan kamar mandi?! Kami berdelapan dengan 1 kaca, 1 wc dan 1 kamar mandi. Wow. Kamar kami ini sebenarnya menyenangkan, setelah kejadian di pesawat tadi, kini kamar menjadi alasan kami tertawa.  Sekamar berdelapan, perempuan semua, dengan keterbatasan toliet, rasanya nggak mengganggu selama kami berdelapan, selama kami tetap membuatnya menjadi menyenangkan, selama kami bercanda, selama kami bertingkah bodoh.

Our Room


 Without Mega and Yella

*And now, i miss them. Kangen banget loh ini suasana bodoh yang terjadi dikamaaarrr*

Sambil menunggu giliran mandi -aku daoat jatah terakhir karena aku paling mager beresin barang dulu :p- aku mencoba apakah ada koneksi wi-fi di hostel ini andddddd Thank God again again ada koneksi wi-fi. Alhamdulillah. Bener sih yaaa, dimana-mana itu harusnya memang udah disediakan koneksi internet hehehhee. Jadi sambil tunggu giliran mandi, aku mencoba menghubungi orang-orang di Semarang, seperti Kak ri dan pita untuk mengabarkan mengenai keberadaanku, sekalian melanjutkan obrolan yang terhenti karena tadi di bus nggak ada koneksi internet. Sebenarnya agak kesel karena koneksi beberapa kali sempat terputus, tapi aku tetap bersyukur masih ada koneksi hehehee.

Dan tiba giliranku untuk mandi, selesai mandi yang terlihat adalah teman-teman sudah berada di atas kasur masing-masing, sudah siap untuk bobo cantik. Aku mendapatkan titah untuk mematikan lampu setelah selesai beberes barang. Baiklah, sekali lagi aku yang paling mager buat beberes -_- Sudah selesai beberes, aku memberi pengumuman bahwa akan segera mematikan lampu, dan nggak ada yang jawab, pasti udah pada todur, atau pura-pura tidur tauk deh.. Sedetik dua detik tiga detik empat detik lima detik dalam diam, tiba-tiba si anin nyeletuk "Kok diem? Udah pada tidur ya?" dan "huahahahhahaha" kami tertawa. Nggak mudeng ya? hahahaha aku juga nggak tahu kenapa kami malah tertawa. Sepertinya diam itu bukan mencerminakan kami, karena setelahnya kami mulai berceloteh lagi mengenai hal-hal yang nggak jelas. Mungkin karena sudah lelah dan sudah malam, kami mulai tertidur dan kemudian "Krrriiiinnnngggggggg". "Shitmen! malam2 gini siapa coba yang telpon, bangke blablablabla", batinku yang berada paling dekat dengan telepon tapi begitu mager (dan takut) untuk mengangkatnya. Sudahlah si mega akhirnya yang angkat telponnya, ternyata dari Eggy untuk kekasih hatinya, yaitu Anin. Setelah melakukan percakapan singkat, kami mulai tenang lagi dan bersiap tidur dan "krrriiiinnnggggg". Aaaaaaaakkkkk!! "Anjrit siapa sih yang telpon lagi. Bangke udah malem jugaaaa. Bodo ahh, nggak mau angkat!" teriak ku, begitupun yang lain, semuanya udah males untuk mengangkat telponnya hingga dia berhenti berdering hahahahaa. Aku berdoa dalam hati (setelah doa tidur) semoga tidak ada lagi telepon, karena selain takut itu mengganggu sekaliiii -_-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

However, i love you