Yang namanya rejeki itu...

Ketahuilah bahwa apa yang mestinya luput darimu, tidak akan menimpa dirimu, dan apa yang ditakdirkan menimpamu, tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan itu menyertai kesempitan dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.” – HR. Tirmidzi.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 18 Oktober 2017, aku mencoba peruntungan dengan mengikuti tes CPNS periode II. Dari beberapa formasi yang ada untuk disiplin ilmu ini, maka aku mendaftar di salah satu kementerian yang untuk ujian SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) yang memang hanya dilaksanakan di Jakarta, yaitu di daerah dekat TMP Kalibata.

Kurang lebih satu minggu waktu yang diberikan untuk mempersiapkan ujian ini, dengan materi yang diujikan adalah Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum dan Tes Kepribadian. Namanya juga Ratna, dengan berbekal modal alasan bahwa saat sekolah yang ditekuni adalah ilmu alam, makanya kemampuan belajar ilmu sosial dan hafal menghafal sungguh rendah haha. Satu minggu untuk mempelajari ilmu kebangsaan dan lainnya, tidak akan pernah terasa cukup. Yang namanya ujian, belajar selama apapun tidak akan terasa cukup~

Aku berencana untuk melakukan perjalanan pulang-pergi karena mendapatkan jadwal ujian di sore hari. Dengan perhitungan jika berangkat pagi, kemudian menunggu di sana yang dimanfaatkan dengan belajar, lalu melaksanakan ujian dan malamnya bisa langsung pulang ke Semarang. Beberapa teman – Imam, Aninda dan Megyong – menyarankan untuk menginap saja setelahnya ujian. Katanya jangan disamakan perjalanan di Semarang dan di Jakarta hahaha. Pada akhirnya aku tetap pada rencana awal, yaitu perjalanan pulang-pergi.

Dengan penerbangan pertama ke HLP, aku tiba di Jakarta pukul 07.45 lalu menghabiskan beberapa jam di kawasan bandara untuk sarapan dan beribadah. Setelah minta pendapat dari Megyong dan Aninda, akhirnya pukul 09.30 meluncur ke salah satu mall yang letaknya persis di depan kantor kementerian tersebut. Dengan maksud memanfaatkan waktu untuk belajar, walaupun saat di sana kebanyakan bengong-bengong aja karena otak udah nggak bisa dimasukin ilmu apapun hahaha.

Mendekati pukul 13.00 saya beranjak dari mall menuju ke tempat ujian yang hanya perlu menyeberang JPU dan melaksanakan ujian pukul 17.17 yang seharusnya dijadwalkan pukul 16.00. keterlambatan ini karena adanya proses maintenance komputer ujian. Sempat terpikir, “Cuma kurang satu sesi ujian hari ini kok ya pakai ada yang eror segala komputernya?”. Setelah selama satu jam tiga puluh menit, selesailah ujian ini.

Hasil ujian saya adalah...
“Anda tidak lulus passing grade” 
Hahahahahahaha enggak lulus ujian karena nilai TWK dan TIU tidak memenuhi syarat passing grade.

Ketipu nggak sih ini, intronya panjang banget padahal hasilnya zoonnggg LOL.
Keluar dari ruangan nggak sempat untuk melangkah gontai karena waktu sudah pukul 19.00 hujan, masih harus antri ambil tas dipenitipan dan harus melakukan perjalanan ke Stasiun Gambir. Kurang lebih pukul 19.20 sampai di Stasiun Duren Kalibata untuk menuju Stasiun Juanda dan kemudian dilanjutkan naik bajaj menuju Stasiun Gambir. Alhamdulillah merasakan naek KRL lagi setelah terakhir kali naek KRL di tahun 2015. Dan untungnya rute tujuan (Stasiun Juanda) bukan arah komuter jadi gerbong kereta tidak terlalu penuh yeay!

Sambil menunggu Aninda, yang berbaik hati mau menemani temannya yang sedang sedih karena tidak lulus ujian, mampir ke mushola untuk sholat magrib dan isya’. Berdoa dan menangis karena gagal. Habis sholat, masih menunggu Aninda, duduk di Loby. Bengong, main HP, bengong lagi, main HP lagi sampai Aninda akhirnya datang juga. Ratna di Loby Utara, Anindanya di Loby Selatan. Mau ketemuan harus ada dramanya dulu. Ratna jalan ke Loby Selatang (tanpa check-in), Anindanya jalan ke Loby Utara. Setelah beberapa lama akhirnya memutuskan untuk bertemu di Hokben yang ada di Loby Selatan (Ratna nggak mau rugi jalan lagi ke Loby Utara haha). Setelah memesan makanan dan akan membayar, baru sadar kalau clucth bag isi dompet nggak ada di shoulder bag ku. 

Panik. Panik dan Panik. Walaupun akhirnya bisa bayar dengan uang yang ada dikantong tas, langsung keluar Hokben demi cari clutch bag dan meninggalkan Aninda begitu saja di sana (hahaha maaf ya Boli). Dengan panik nyari-nyari satpam untuk membantu mencarikan barang hilang. Tapi berhubung saat ini berada di Loby Selatan sedangkan kemungkinan kejadian di Loby Utara, maka satpampun sudah tidak begitu bisa membantuk kecuali mereka membukakan akses untuk bisa lewat tanpa boarding pass. Btw, clutch bag–nya berisi dompet, boarding pass, fd (isi tesis *cry*) dan beberapa make up. Tanya satpam di Loby Utara pun mereka tidak bereaksi banyak karena saat dicari di kursi-kursi loby tidak ada tanda-tanda barang ketinggalan dan tidak ada laporan tentang barang ketinggalan. I’m doomed. Kepikiran banget, kenapa sesial itu. Sudahlah nggak lulus ujian masih ada drama kehilangan clutch bag dan isinya.

Yang terpikir olehku saat itu adalah, “Ya Allah kalau memang dompet aku dan dll itu sudah bukan rejekinya aku, beri keikhlasan padaku. Tapi semoga aku masih bisa cetak ulang boarding pass dan pulang dengan selamat”. Setelah mencari di beberapa tempat, lapor satpam sana dan sini, akhirnya disarankan untuk cetak ulang boarding pass karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 sedangkan waktu keberangkatan 21.30. 

Alhamdulillah boarding pass bisa dicetak ulang. Sambil menunggu, ada chat WA dari Anin yang katanya tadi dia seperti dengar ada pengumuman atas nama Ratna dan aku sebaiknya mencari tempat pengumuman informasi itu. Setelah dapat boarding pass, aku mencoba untuk seikhlas mungkin melepaskan clutch bag beserta isinya dan jalan menuju konter check-in. Bertemu dengan salah satu satpam, yang kemudian mengajak aku ke ruangan Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api), katanya untuk buat laporan kehilangan karena memang dompetnya isi kartu identitas, atm dan lain-lain. Setelah bercerita dengan sedikit drama (haha) tiba-tiba Pak Polisinya membuka laci dan mengeluarkan clutch bag aku dongggggggg~~~
Masha Allah~
Bengong sebentar dan kemudian mewek. I’m literally crying hahaha
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah. Masih dipertemukan dengan clutch bag beserta isinya yang utuh.
Kata Pak Polisi, petugas cleaning service menemukan dompet ini di mushola utara. Aku bahkan nggak inget sama sekali tadi sholat disitu dan nggak ada ide mencari di sana.

Sungguhlah skenario dari Allah SWT ini.

Setiap hari sebelum waktu ujian, aku berdoa, “Jika ada rejeki aku di CPNS ini, maka luluskan aku Ya Allah. Jika tidak ada rejeki aku di sini, maka ijinkan aku menyelesaikan ujian ini dengan baik dan pulang ke rumah”. Setelah ujian, hasilnya mengecewakan, merasa super sedih  karena gagal dan lelah karena proses ini kemudian dikasih cerita pengganti sama Allah. 
Seperti..
“Iniloh yang namanya rejeki. Yang itu tadi bukan rejekimu. Yang ini rejeki kamu.”
Alhamdulillah.. Maha Suci Allah, Maha Besar Allah.
Selesai urusan di Polsuska, check-in boarding pass, masih dikasih kesempatan makan Hokben, ketemuan sama Aninda dan sampai rumah dengan sehat dan selamat hahaha Ratna dikasih nikmat berlimpah sekali Alhamdulillah.
Segala sedih dan kecewa karena gagal ujian langsung hilang. I’m strangely calm. Kasih kabar ke keluarga dan teman tentang kegagalan ini juga dengan kalem, sampai heran, ini kaya bukan akuu hahaha

“Why stress over things you can’t control?”
I couldn’t agree more.
Hidup, rejeki, jodoh dan mati, bukan sesuatu yang bisa aku tentukan sendiri. Yang bisa aku lakukan adalah berdoa, ikhtiar dan berusaha. Dalam hal ini, yang bisa aku kontrol adalah ikut mendaftar cpns periode ini, seberapa banyak materi yang aku pelajari, seberapa banyak waktu yang aku pakai untuk belajar, merencanan perjalanan menuju ujian, mau pakai sepatu apa saat ujian, mau bawa apa aja dalam perjalanan, dan lain-lain. Hal-hal yang bisa aku rencanakan tapi ketetapan hasilnya bukan aku yang tentukan. 
Semoga kedepannya, aku bisa mempercayakan hidupku sepenuhnya seikhlasnya sekuatnya kepada ketetapan Allah SWT. Setelah dikasih contoh sekecil ini, sungguhlah Rencana Allah sebaik-baiknya rencana yang ada.
Dear Allah, if today i lose my hope, please remind me that Your Plans are better than my dream.”

Komentar

  1. Alhamdulillaaah selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian ya naa :)

    Ditunggu cerita yg lain yaa mbaa :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. First comment after a while. Terima kasih sudah memberi semangat untuk menulis lagi hahaha
      Cerita2 selanjutnya menyusul, insya Allah :)

      Hapus
  2. Agen Judi Online Aman dan Terpercaya
    Serta Pembayaran Terjamin Cepat dan Aman!!
    B-o-l-a-V-i-t-a(dot)com
    BERAPAPUN SIAP DIBAYAR!! Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
    YM1 : bola.vita@yahoo.com
    YM2 : agenbola-vita@yahoo.com
    wechat : bola-vita
    line : cs_bola-vita
    whatup : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW), D1A1E6DF (NEW)

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. TogelDomino Banyak Bonusnya :
    > Bonus Gratis 10 HP Oppo A3
    > Diskon Togel 66%
    > Bonus Deposit Harian
    > Bonus Cashback Sportsbook 15%
    > Bonus Cashback Mix Parlay 100%
    > Bonus Rollingan Live Casino 0.8%
    > Bonus Cashback E-Games 20%
    > Bonus Rollingan Poker 0.5%
    > Bonus Referral 3%

    Minimal Deposit Hanya 20 Ribu
    Minimal Withdraw Hanya 50 Ribu

    Daftar Sekarang Juga di :
    Cari di GOOGLE : togeldomino

    Hubungi Kami di :
    Whatsapp : +855 97 521 9728
    BBM : togeldo
    Wechat : togeldomino
    www.togeldomino.xyz
    Judi Capsa Online
    Kode Alam Hari Ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

However, i love you